Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pastikan Independensi BI, Purbaya Sebut Thomas Djiwandono Tak Lagi di Gerindra

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 20 Januari 2026 |15:12 WIB
Pastikan Independensi BI, Purbaya Sebut Thomas Djiwandono Tak Lagi di Gerindra
Pastikan Independensi BI, Purbaya Sebut Thomas Djiwandono Tak Lagi di Gerindra (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jawaban menohok terkait kritik sejumlah ekonom yang meragukan independensi Bank Indonesia (BI) menyusul rencana pertukaran jabatan antara Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Deputi Gubernur BI Juda Agung.

Purbaya menegaskan bahwa keputusan kolektif kolegial di Dewan Gubernur BI akan menjadi filter alami yang menjaga objektivitas kebijakan moneter, meskipun salah satu anggotanya berasal dari latar belakang politik.

"Satu bisa mengendalikan tujuh enggak? Enggak bisa kan seandainya Gerindra pun. Itu kan pasti akan debat, akan diskusi, nanti kalau kepepet voting. Jadi pasti akan dikontrol dari dalam juga. Kebijakan fiskal dan moneter kan nanti kalau orangnya ke sana, Pak Tommy kan pasti lebih independen, lebih bebas. Pasti dia enggak akan ke Gerindra lagi tuh kalau dugaan saya ya," ujar Purbaya di sela-sela makan siang, Selasa (20/1/2026).

Menanggapi kekhawatiran mengenai status Thomas sebagai pengurus aktif Partai Gerindra dan keponakan Presiden Prabowo Subianto, Purbaya memastikan bahwa seluruh aturan hukum, termasuk UU P2SK, akan ditaati. Dia memproyeksikan Thomas akan mundur dari jabatan partai sebelum menjalani uji kelayakan.

"Syaratnya apa di undang-undang? Di undang-undang P2SK-nya enggak boleh. Pasti dia mundur nanti kan, kan gampang, selesai. Saya pikir sebelum fit and proper sudah mundur kalau aturan seperti itu. Enggak ada masalah," tegasnya.

 

Purbaya juga menepis kecurigaan bahwa kedekatan Thomas dengan pemerintah akan membuat Bank Indonesia dijadikan sumber "dana talangan" untuk membiayai program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, anggaran untuk program tersebut sudah tersedia dan tidak memerlukan pembiayaan dari bank sentral.

"MBG kan cukup. Tahun sekarang kan 335 triliun, itu pun sudah didesain di anggarannya, harusnya cukup. Saya enggak perlu uang Bank Sentral untuk itu. Jadi kita akan jaga independensi Bank Sentral dengan Pemerintah semaksimal mungkin... Saya enggak akan meres Bank Sentral untuk biayain program pembangunan kita," tambah Menkeu.

Purbaya menekankan bahwa koordinasi yang erat selama ini merupakan bentuk sinergi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, bukan intervensi yang merusak tatanan.

"Selama ini kan cuman sinergi ke arah yang lebih bagus kan? Kalau itu bukan intervensi, kerja sama. Betul enggak? Nanti kalau ada intervensi Pemerintah yang berlebihan yang dianggap itu kan bisa kelihatan publik,” jelas Purbaya.

Tanda-tanda finalisasi pertukaran jabatan ini semakin kuat setelah Juda Agung kedapatan menyambangi kantor Kementerian Keuangan untuk bertemu dengan Menkeu Purbaya pada Selasa pagi. Pertemuan ini berlangsung lebih awal dari jadwal semula yang direncanakan pada pukul 13.00 WIB. 

Meski tidak dirinci poin per poin pembahasannya, pertemuan tersebut diyakini merupakan tahap krusial dalam koordinasi transisi posisi Juda Agung yang disebut-sebut akan segera mengisi posisi strategis di lingkungan kementerian pasca mengundurkan diri dari Deputi Gubernur BI.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement