Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan, Pembeli Keliling Enam Pasar

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 22 Januari 2026 |11:55 WIB
Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan, Pembeli Keliling Enam Pasar
Pedagang daging sapi se-Jabodetabek mogok berjualan. (Foto: Okezone.com/Tangguh)
A
A
A

JAKARTA – Pedagang daging sapi se-Jabodetabek mogok berjualan. Aksi ini membuat sejumlah pasar tradisional di Jakarta kosong dari aktivitas perdagangan daging sapi.

Pantauan di Pasar Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026), seluruh los daging tampak tutup dan tidak ada aktivitas jual beli.

Kondisi ini berdampak langsung pada masyarakat. Sejumlah pembeli mengaku kesulitan mendapatkan daging meski telah berkeliling ke beberapa pasar. Bahkan, ada yang mendatangi hingga enam lokasi berbeda namun tetap tidak menemukan pedagang yang berjualan.

“Saya mencari daging dari Pasar Rawamangun, Pasar Ampera, Pasar Rawasari, tadi ke Sumber Batu, tutup semua. Saya sudah ke enam lokasi, tutup semua. Sulit sekali mencari daging,” kata Anton, salah satu pembeli, Kamis (22/1/2026).

Keluhan serupa disampaikan Herman, pembeli daging yang juga pengusaha warung makan Padang. Ia mengaku kerepotan dengan situasi ini, mengingat menu utama di warung makannya berbahan dasar daging.

 

“Tidak ada yang berjualan hari ini. Saya jualan nasi, pasti harus pakai daging. Saya juga tidak tahu harus bagaimana kalau hari ini tidak ada yang berjualan. Kalau warung Padang tidak ada daging, repot,” keluhnya.

Untuk diketahui, aksi mogok berjualan ini dilakukan para pedagang sebagai bentuk protes atas tingginya harga sapi lokal di tingkat distributor. Para pedagang menilai kenaikan harga tersebut tidak sebanding dengan daya beli konsumen di pasar.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement