JAKARTA - Menjelang Ramadan, kebutuhan rumah tangga sering kali meningkat. Mulai dari menyiapkan hidangan buka puasa yang lebih istimewa hingga membeli pakaian baru, banyak orang merasa perlu mengeluarkan uang lebih banyak dibanding hari biasa.
Namun, sebenarnya puasa mengajarkan kita untuk hidup hemat dan bijak dalam pengelolaan keuangan. Di tengah situasi ini, layanan Paylater menjadi salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan, asalkan digunakan dengan hati-hati dan tepat sasaran.
Menggunakan Paylater memang terlihat praktis karena memungkinkan kamu bertransaksi tanpa harus langsung membayar secara tunai. Tapi bagaimana cara memastikan bahwa penggunaannya tetap aman dan tidak menambah beban finansial?
Artikel ini akan memberikan panduan lengkap agar kamu bisa menggunakan Paylater dengan bijak, terutama saat momen Ramadan dan menjelang Lebaran.
Sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan Paylater, penting bagi kamu memahami apa itu Paylater. Secara sederhana, Paylater adalah metode pembayaran yang memungkinkan penggunanya membeli barang atau jasa sekarang dan membayar nanti dalam jangka waktu tertentu.
Paylater mirip seperti kartu kredit, tapi biasanya proses persetujuannya lebih cepat dan syaratnya lebih mudah. Misalnya, kamu ingin membeli bahan makanan untuk persiapan sahur, namun dana belum tersedia saat itu. Kamu bisa bayar belakangan tanpa ribet.
Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diingat. Pertama, pastikan kamu memahami biaya tambahan seperti bunga atau biaya administrasi yang mungkin dikenakan. Jangan sampai tagihan akhirnya jadi lebih besar daripada kemampuanmu membayar.
Beberapa platform bahkan menawarkan opsi cicilan tanpa bunga jika pembayaran dilakukan tepat waktu. Memahami sistem ini akan membuat kamu lebih siap dalam mengatur anggaran.
Kredivo Paylater menawarkan proses yang sangat transparan. Pengguna bisa mendapatkan limit kredit hingga Rp50 juta dengan bunga cicilan mulai dari 1.99 persen per bulan bagi member Premium. Proses pendaftarannya juga sepenuhnya online, tanpa dokumen fisik yang ribet seperti saat mengurus kartu kredit konvensional.
Salah satu kesalahan umum pengguna Paylater adalah tergoda untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Momen Ramadan sering kali dimanfaatkan oleh pelaku bisnis untuk menawarkan diskon besar-besaran. Meski tampak menggiurkan, sebaiknya fokuslah pada kebutuhan utama seperti bahan makanan, perlengkapan ibadah, atau keperluan keluarga lainnya seperti persiapan mudik ke kampung halaman.
Penting juga untuk membuat anggaran sebelum bertransaksi. Tuliskan daftar barang yang benar-benar penting dan sesuaikan dengan kemampuan finansialmu. Jika kamu sudah memiliki daftar prioritas, risiko tergoda untuk membeli barang impulsif akan berkurang. Ingatlah bahwa setiap rupiah yang kamu habiskan melalui Paylater harus tetap masuk dalam rencana keuangan bulananmu.
Layanan Paylater menawarkan beberapa keuntungan nyata bagi penggunanya. Salah satunya adalah fleksibilitas pembayaran. Kamu bisa memilih tenor cicilan sesuai kemampuan, misalnya 30 hari, 3 bulan, atau 6 bulan. Ini sangat berguna ketika kamu butuh barang mendesak tapi belum punya cukup dana saat itu.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah potensi terjerat utang jika tidak disiplin dalam membayar tagihan. Jika pembayaran telat, kamu mungkin akan dikenai denda atau bunga tambahan yang bisa membebani keuangan. Oleh karena itu, selalu cek tanggal jatuh tempo dan pastikan ada alokasi dana untuk melunasinya.
Salah satu tantangan terbesar saat Ramadan adalah godaan untuk berbelanja berlebihan. Media sosial penuh dengan iklan promo yang menarik perhatian, sementara toko-toko online sering kali menawarkan diskon spesial.
Untuk menghindari ini, cobalah untuk menetapkan aturan belanja. Misalnya, hanya boleh membeli barang yang telah direncanakan sebelumnya. Tunda dulu pembelian selama 24 jam untuk direnungkan manfaat serta dampaknya.
Selain itu, batasi penggunaan aplikasi belanja online. Coba alihkan fokus pada aktivitas yang lebih produktif, seperti memasak sendiri di rumah atau membuat dekorasi sederhana untuk suasana Lebaran. Dengan begitu, kamu bisa menghemat pengeluaran tanpa merasa tertekan.
Jika kamu merasa ragu menggunakan layanan Paylater, ada alternatif lain yang bisa dipertimbangkan. Misalnya, menyisihkan sebagian pendapatan bulanan untuk dana darurat. Dana ini bisa digunakan saat kebutuhan mendesak muncul tanpa harus bergantung pada pinjaman.
Selain itu, kamu juga bisa mencoba program tabungan berjangka dari bank. Program ini dirancang untuk membantu kamu menabung secara teratur dengan tujuan tertentu, seperti persiapan Lebaran. Dengan cara ini, kamu bisa menghindari utang dan tetap merencanakan kebutuhan dengan baik.
Menggunakan Paylater untuk kebutuhan Ramadan bisa menjadi solusi praktis asalkan dilakukan dengan bijak. Pastikan kamu memahami cara kerjanya, membuat anggaran yang realistis, dan menghindari godaan untuk berbelanja berlebihan. Dengan begitu, momen Ramadan bisa lebih bermakna tanpa meninggalkan beban finansial di kemudian hari.
(Agustina Wulandari )