"Risiko untuk tidak tercapai membesar karena asing tampak masih 'wait and see'. Selain disebabkan faktor ketidakpastian keuangan global, mereka mencermati kebijakan fiskal Indonesia yang terkesan kurang hati-hati (prudent)," tambah Awalil.
Awalil menggambarkan situasi ini dalam skala risiko 1-5. Ia menilai dampak buruknya berada pada level 4 (Tinggi), sementara kemungkinan terjadinya (likelihood) kini merangkak naik ke level 4 (Sangat Mungkin Terjadi).
Tanpa strategi pengelolaan fiskal yang lebih disiplin, pemerintah diprediksi akan mengalami kesulitan besar dalam mengamankan pembiayaan sebesar Rp1.650 triliun untuk menjaga keberlanjutan APBN 2026.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.