Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI, Dicky Kartikoyono Ungkap Cara Pertumbuhan Ekonomi  di Pemda

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |16:02 WIB
Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI, Dicky Kartikoyono Ungkap Cara Pertumbuhan Ekonomi  di Pemda
Calon Deputi Bank Indonesia (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dicky Kartikoyono, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital di pemerintah daerah (Pemda) guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dicky mengungkapkan, saat ini 91,8 persen pemerintah daerah atau 501 dari total 546 Pemda telah memiliki kemampuan digital. Namun, ia menilai penguatan literasi dan pemanfaatan ekosistem digital masih perlu terus didorong.

"Kemampuan memahami perluasan ekosistem secara digital ini perlu kita terus dorong," ujar Dicky RDPU Bersama Komisi XI DPR RI, Senin (26/1/2026).

Dia mengatakan, jika terpilih menjadi Deputi Gubernur BI akan mendorong Bank Indonesia bersama kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Dalam Negeri, membangun sebuah platform sinergi dan kolaborasi yang diberi nama Katalis. 

Platform ini dirancang sebagai sarana sharing knowledge antar-Pemda dalam pengembangan kapasitas dan literasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).

Melalui Katalis, praktik terbaik dari satu daerah dapat direplikasi oleh daerah lain. Salah satunya terkait digitalisasi layanan SAMSAT, pembayaran pajak pembangunan dari kafe, pasar tradisional, hingga berbagai retribusi daerah yang dapat dilakukan melalui QRIS.

"Kalau mereka membayar dengan QRIS, otomatis akan masuk ke akun dan sekaligus ke akun Pemda. Semua tercatat secara akurat," jelasnya.

 

Selain penerimaan daerah, digitalisasi juga diarahkan pada sisi belanja pemerintah. 

Dicky menyebut pihaknya mendorong pengembangan marketplace kebutuhan Pemda secara nasional yang terintegrasi dengan sistem pembayaran.

Meski saat ini sudah terdapat sistem pengadaan melalui LKPP, platform tersebut akan diperkuat dengan pendekatan bottom-up, yakni berdasarkan kebutuhan riil dari daerah.

"Semua spending bisa langsung terinterkoneksi dengan sistem pembayaran, sehingga outcome-nya optimal, efisiensi dan produktivitas Pemda bisa diukur," katanya.

Menurut Dicky, keunggulan utama transformasi digital terletak pada ketersediaan data yang akurat dan real-time, sehingga tata kelola pendapatan dan belanja daerah dapat lebih optimal.

Dia meyakini, dengan penguatan ekosistem digital tersebut, pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dapat terwujud.

"Masa depan ekonomi digital Indonesia dibangun bukan hanya oleh teknologi, tetapi oleh tata kelola lokal yang kuat, kolaborasi berkelanjutan, serta digital talent yang mampu dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan," tutupnya.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement