JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang berintegritas dan berkualitas, dengan tujuan memastikan sistem manajemen dijalankan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam rangka ini, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menjalani Audit Pengawasan (Surveillance) Tahun II terkait penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), yang menilai efektivitas pengendalian anti penyuapan di perusahaan.
Direktur Utama, M. Fankar Umran, menjelaskan bahwa audit ini merupakan bagian dari upaya memastikan penerapan tata kelola dan pengendalian internal berjalan sesuai standar.
“Audit ini menjadi langkah untuk mengevaluasi penerapan praktik Good Corporate Governance (GCG) dan memastikan sistem manajemen dijalankan secara konsisten,” kata Fankar, Rabu (28/1/2026).
Audit mencakup berbagai proses strategis di perusahaan, antara lain pengadaan barang dan jasa, keuangan dan investasi, akuntansi, pemasaran, pengelolaan jaringan dan digital, serta underwriting.
Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko, R. Mahelan Prabantarikso, menambahkan bahwa audit ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem manajemen yang terintegrasi di seluruh lini organisasi.
“Penerapan sistem manajemen yang baik mendukung terciptanya budaya kerja yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada efektivitas proses bisnis,” ujar Mahelan.
(Feby Novalius)