Lantas, apa dampak ESG Risk Rating terhadap masa depan bisnis perusahaan? Sonny mengatakan bahwa investor kini semakin mempertimbangkan ESG sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi. Perusahaan dengan ESG Risk Rating yang baik memiliki akses lebih besar terhadap dana investasi berkelanjutan dan obligasi hijau.
“Tahun 2026 merupakan tahun persiapan terakhir bagi perusahaan untuk comply atau patuh terhadap regulasi,” tuturnya.
Sebab, kata Sonny, standar keberlanjutan yang akan dipakai oleh Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI), yang disebut sebagai Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK), akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2027. Ke depan, peringkat ESG akan semakin berperan dalam membentuk lanskap bisnis di Indonesia.
(Feby Novalius)