"Enggak, tetapi kan biar bagaimana prioritas-prioritas yang ada tentu terkait dengan agenda-agenda yang ditandatangani. Kemarin waktu di Davos memang semua bicaranya masalah, ya perdamaian lah. Dan juga terhadap perang yang ada, baik itu Ukraine maupun Gaza," pungkas Airlangga.
Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu kepastian tanggal pertemuan bilateral antara kedua kepala negara tersebut. Kesepakatan ini diharapkan menjadi angin segar bagi perdagangan nasional, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan tarif global yang tengah terjadi.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.