Minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya menjadi primadona sepanjang 2025 dengan lonjakan nilai ekspor sebesar 21,83 persen (menjadi USD24,42 miliar) dan kenaikan volume sebesar 9,09 persen (menjadi 23,61 juta ton).
Besi dan baja mencatatkan kenaikan nilai sebesar 8,41 persen menjadi USD27,97 miliar, dengan volume yang juga merangkak naik ke angka 23,26 juta ton.
Meskipun sektor pertambangan tertekan akibat lesunya penjualan batu bara, industri pengolahan secara keseluruhan masih mampu tumbuh sebesar 14,47 persen. Pertumbuhan ini disokong kuat oleh sektor hilirisasi minyak sawit.
Di sisi lain, ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga melesat 21,01 persen yang didorong oleh tingginya permintaan komoditas kopi di pasar dunia.
"Ekspor produk pertambangan dan lainnya turun 23 persen yang disebabkan penurunan penjualan batu bara," tulis rilis resmi BPS mengenai perbandingan sektor di tahun 2025.
Khusus untuk bulan Desember 2025, volume ekspor batu bara tercatat berada di angka 36,28 juta ton, terkoreksi tipis 0,45 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
(Dani Jumadil Akhir)