“Konsumsi rumah tangga tetap terjaga dengan baik, didukung oleh stimulus pemerintah serta peningkatan aktivitas ritel selama periode libur akhir tahun,” tambahnya.
Meskipun permintaan domestik sangat kuat, kinerja ekspor diperkirakan mengalami sedikit perlambatan menjadi 4,2 persen. Sementara itu, impor justru tumbuh lebih tinggi (7,2 persen), yang menurut Andry menandakan geliat aktivitas ekonomi di dalam negeri yang masih "haus" akan input produksi.
“Meski kinerja sektor eksternal cenderung melambat, peningkatan impor mencerminkan kuatnya permintaan domestik dan aktivitas ekonomi di dalam negeri,” pungkasnya.
Data resmi PDB kuartal IV 2025 dan capaian setahun penuh 2025 dijadwalkan akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Februari 2026. Publik menanti rilis tersebut sebagai acuan fundamental ekonomi Indonesia dalam menghadapi tahun anggaran berikutnya.
(Feby Novalius)