Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemangkasan BUMN 1.000 Jadi 200 Perusahaan Rampung Tahun Ini

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |09:08 WIB
Pemangkasan BUMN 1.000 Jadi 200 Perusahaan Rampung Tahun Ini
Pemangkasan BUMN 1.000 Jadi 200 Perusahaan Rampung Tahun Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - CEO Danantara Rosan Roeslani menargetkan pemangkasan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) dari 1.000 menjadi 200 perusahaan rampung pada 2026.

“Tadi kami menyampaikan rencana tahun 2026, termasuk juga penyesuaian dari jumlah BUMN,” ujar Rosan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.

Pemangkasan Jumlah BUMN

Dalam rapat tertutup yang berlangsung kurang dari dua jam tersebut, Rosan mengungkapkan membahas soal langkah-langkah yang akan ditempuh dalam penyesuaian jumlah BUMN.

Selain itu, Rosan juga membahas apa saja program-program Danantara sepanjang 2026, serta proyek-proyek yang akan dieksekusi sepanjang 2026.

“Juga bagaimana rencana untuk mencapai target dari 2026, lebih-lebih seperti itu,” ujar Rosan.

Merger BUMN

Secara terpisah, COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pada 2025, Danantara sudah melakukan impairment atau penurunan nilai tercatat suatu aset yang melebihi nilai yang dapat dipulihkan.

“Setelah rapi buku-bukunya, bisnisnya kami restrukturisasi, termasuk penurunan utang-utangnya,” tutur Dony.

Setelah itu, lanjut Dony, barulah masuk ke fase konsolidasi bisnis melalui merger BUMN. Adapun BUMN yang akan dilebur merupakan BUMN-BUMN yang dinilai tidak efektif. Baik tidak efektif karena ukurannya yang terlalu kecil atau merugi.

“Misalkan, kita punya air minum, kita punya travel agent kecil, ya buat apaan? Logistik, tetapi kecil skalanya. Nah, itu yang kami pangkas, terus yang selama ini juga rugi,” ucap Dony.

Meskipun demikian, Dony juga menegaskan bahwa Danantara tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan BUMN apabila potensi industrinya besar dan belum ada BUMN-nya.

“Namanya industri berkembang, tentu kita juga harus mengikuti,” kata Dony.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement