"Yang kemarin kan nggak adilnya kenapa? Karena tiba-tiba di bulan Februari ada 11 juta dalam satu bulan. Kan kaget semua karena belum ada tahapan-tahapan yang terukur waktu itu. Sebelumnya cuma 1 juta, 2 juta, paling banyak 5 juta. Tapi ini satu bulan 11 juta, kan 10 persen, tiba-tiba nggak bisa dapat akses. Pasti banyak yang ini, yang menimbulkan kemarin banyak protes," jelasnya.
Guna mencegah kejadian serupa terulang, Menkeu memastikan ke depan akan ada sistem pemberitahuan atau notifikasi lebih awal bagi peserta yang akan dinonaktifkan dari daftar PBI.
"Ini diperbaiki dengan sistem tadi. Nanti ke depan, tiga bulan sebelum dinonaktifkan, peserta akan diberitahu. Jadi sosialisasinya akan lebih baik," pungkas Purbaya.