Selain dana reaktivasi singkat tersebut, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah sebenarnya telah menyuntikkan dana sebesar Rp20 triliun ke BPJS Kesehatan. Namun, pencairan dana jumbo tersebut masih menunggu kejelasan program dan proposal resmi dari manajemen BPJS Kesehatan.
Menurut Purbaya, sebesar Rp10 triliun rencananya dialokasikan untuk memperkuat permodalan, namun detail penggunaannya belum dipaparkan secara jelas oleh pihak BPJS kepada Kementerian Keuangan.
"Kita udah injek 20 triliun loh ke BPJS. Udah masuk, tinggal cair aja. Tapi program mereka belum jelas mau diapain itu... Harus ajukan proposal ke saya. Kalau clear baru kita keluarkan. Mereka masih bingung. Jadi bukan salah saya tuh," tegas Purbaya.
Melalui kepastian pencairan dana Rp15 miliar ini, pemerintah berharap kegaduhan terkait akses layanan kesehatan bagi 11 juta warga dapat segera teratasi dalam pekan ini.