Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Upaya BEI Bangkitkan Pasar Modal usai Market Crash dan Trading Halt

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 12 Februari 2026 |12:15 WIB
Upaya BEI Bangkitkan Pasar Modal usai Market Crash dan Trading Halt
Upaya BEI Bangkitkan Pasar Modal usai Market Crash dan Trading Halt. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

JAKARTA - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengklaim bahwa otoritas telah menjalin komunikasi dengan MSCI sejak Oktober 2025. Komunikasi ini dilakukan sebelum publikasi MSCI soal indeks saham Indonesia pada Januari 2026.

"Kami sudah lima kali melakukan pertemuan dengan MSCI. Dan di awal Januari sudah ada sesuatu yang kita deliver, yaitu pembagian antara investor tipe korporat dan lain-lain menjadi yang di atas dan di bawah 5 persen," ujar Jeffrey dalam acara diskusi di Graha CIMB, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Sehingga, BEI sudah mencoba menjaga iklim investasi sekaligus pergerakan pasar saham, bahkan sejak publikasi MSCI.

Saat MSCI merilis publikasi, BEI pun sudah melakukan mitigasi risiko. Namun, karena ada dinamika internal BEI yang tidak terprediksi, perdagangan IHSG terimbas sampai trading halt.

"Setelah market crash tanggal 29, kami melakukan beberapa mitigasi. Tanggal 30 pagi market sudah rebound. Tetapi terjadi perubahan struktur di dalam organisasi pasar modal. Seperti Bapak Ibu tahu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia mengundurkan diri, kemudian disusul dengan beberapa pejabat di OJK," tuturnya.

Sehingga sampai hari ini, Jeffrey mengatakan dinamika bursa bisa perlahan dinormalkan melalui beragam mitigasi, termasuk upaya reformasi integritas pasar modal.

 

Upaya yang dia maksud termasuk menjalin komunikasi intensif dengan MSCI sampai awal Februari. 

"Pada 2 Februari kami sudah melakukan pertemuan dengan MSCI, dilanjutkan dengan tanggal 5 kami mengirimkan dokumen teknis, kemudian kemarin tanggal 11 Februari kami kembali melakukan pertemuan," kata dia, yang tak berkenan mengungkap detail hasil pertemuan dengan MSCI.

"Tentu yang kami lakukan adalah memastikan mekanisme internal kami berjalan, sehingga seluruh operasional dan pengambilan keputusan di Bursa Efek Indonesia tidak terganggu. Dan itu sudah terjadi sampai dengan hari ini," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, BEI kembali menggelar pertemuan kedua dengan MSCI pada Rabu (11/2). Dalam presentasinya kepada MSCI, BEI kembali menegaskan komitmennya melalui tiga rencana aksi yang telah disusun sebelumnya, ditambah satu inisiatif baru yang mengacu pada standar global.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement