JAKARTA – Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pandu Sjahrir, menanggapi tantangan Presiden Prabowo Subianto terkait Return on Asset (RoA) sebesar 7% pada 2026. Pandu menganggap tantangan tersebut mencerminkan harapan besar Presiden terhadap kinerja Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia dan berfungsi sebagai pemicu untuk mendorong kinerja Danantara yang lebih baik di masa depan.
Pandu mengatakan, pihaknya akan mengarahkan investasi kepada proyek-proyek yang punya imbal hasil tinggi dan dampak yang lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja di masyarakat. Selain itu, standar investasi Danantara juga akan dinaikkan untuk mengejar target RoA 7 persen pada tahun ini.
"Ya bagus, dengan adanya ekspektasi yang lebih tinggi, kita juga akan fokus pada proyek-proyek yang lebih high return dengan impact yang sama. Kita juga sekarang barrier-nya akan lebih tinggi lagi, standarnya akan dinaikkan," ujarnya saat ditemui usai acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Pandu mengatakan, tantangan yang diberikan Presiden Prabowo meminta RoA di angka 7 persen akan menjadi target baru Danantara pada tahun 2026. Meskipun ia belum merinci secara spesifik strategi yang akan digunakan pada tahun ini untuk mencapai target tersebut.
"Yang dikasih angka segitu, ya itu targetnya. Kan udah Januari ya, angka itulah yang sekarang menjadi (target) RoA yang baru," tandas Pandu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberi target Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mencetak return on asset (RoA) minimal 7 persen pada 2026, menyusul laporan awal kinerja yang disebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.