Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Agrinas Impor Mobil Buatan India, Ekonomi RI Bisa Rugi Rp39 Triliun

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 23 Februari 2026 |10:31 WIB
Agrinas Impor Mobil Buatan India, Ekonomi RI Bisa Rugi Rp39 Triliun
Agrinas Impor Mobil Buatan India, Ekonomi RI Bisa Rugi Rp39 Triliun (Foto: Ilustrasi Dok ADM)
A
A
A

Penjelasan Dirut Agrinas

Sementara itu, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan alasan impor 105.000 unit pikap 4x4 dan kendaraan niaga asal India senilai Rp24,66 triliun. Hal ini dilatarbelakangi faktor harga, kualitas dan ketersediaan produk serupa di dalam negeri. 

Dari sisi harga, kendaraan impor asal India dinilai lebih kompetitif dibandingkan harga yang dipatok pabrikan lain. Seturut itu, produk yang lebih murah diklaim memiliki kualitas setara. 

"Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif atau hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption, kendaraan ini sangat andal dan sangat bagus," kata Joao dalam keterangannya.

Masih soal harga, Joao mengatakan Agrinas mesti menyiasati ketersediaan dana dari program Koperasi Desa Merah Putih yang memiliki keterbatasan. Pembelian kendaraan impor dari India ini dianggap sesuai dengan kemampuan finansial program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yang digadang-gadang menjadi ceruk baru ekonomi lokal ini.

"Kalau saya tidak pintar-pintar cari harga yang bagus, barang bagus, ya duitnya tidak cukup. Tapi dengan seperti ini (impor dari India), kan Indonesia dapet barang bagus, kualitas bagus, harganya sangat bagus sehingga kami bisa manfaatkan ini untuk kepentingan rakyat untuk memotong distribusi yang selama ini menjadi beban utama dari petani," urai Joao.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement