JAKARTA – Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) kian diperluas di sektor perbankan dan jasa keuangan Asia Tenggara untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah dan efisiensi operasional digital.
Kolaborasi antara penyedia teknologi AI dan integrasi sistem memungkinkan institusi keuangan menghadirkan interaksi nasabah secara real-time melalui kanal suara, chat, dan video. Solusi ini menggabungkan kemampuan percakapan berbasis AI dengan infrastruktur komunikasi berlatensi rendah, sehingga dapat mendukung interaksi aman dan multibahasa pada aplikasi mobile, platform web, hingga contact center.
Indonesia menjadi salah satu pasar perbankan digital paling dinamis di kawasan. Data Bank Indonesia mencatat transaksi perbankan digital tumbuh 54,89% secara tahunan hingga September 2024, didorong oleh aktivitas transfer, pembayaran QRIS, dan penggunaan kanal mobile. Selain itu, sebanyak 56,3 juta pengguna tercatat bertransaksi melalui QRIS pada awal 2025, menegaskan skala interaksi keuangan berbasis digital.
Dalam konteks ini, conversational AI berperan untuk memperluas kapasitas layanan pelanggan, mengotomasi kebutuhan rutin, mendukung proses digital onboarding, dan memberikan bantuan langsung melalui berbagai kanal tanpa mengurangi aspek keamanan dan tata kelola.
“Dengan menggabungkan kemampuan AI enterprise FPT dan infrastruktur conversational real-time milik Agora, kami memungkinkan bank dan institusi keuangan di Asia Tenggara menghadirkan pengalaman digital yang lebih efisien, responsif, dan tepercaya dalam skala besar,” ujar Chief Revenue Officer, FPT Smart Cloud, FPT Corporation, Mark Hall Andrew, Rabu (25/2/2026).
Solusi yang diterapkan memungkinkan institusi keuangan menghadirkan asisten virtual berbasis AI sekaligus pengalaman konsultasi dengan dukungan manusia (human-in-the-loop), sehingga nasabah dapat berinteraksi secara natural dan efisien. Sistem ini juga mendukung pengelolaan volume interaksi tinggi sambil menjaga konsistensi layanan, stabilitas operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Beberapa implementasi AI di sektor perbankan dan layanan keuangan menunjukkan peningkatan kapasitas layanan dan otomasi operasional. Misalnya, agen AI pada call center mampu menangani puluhan ribu panggilan per hari, menjawab pertanyaan umum nasabah, dan membebaskan tim manusia untuk menangani kasus kompleks. Dampaknya, layanan nasabah menjadi lebih cepat, efisien, dan konsisten.
Para pengelola teknologi menekankan bahwa keamanan, kepatuhan, dan kepercayaan tetap menjadi prioritas utama seiring percepatan digitalisasi sektor jasa keuangan. Penggunaan AI real-time dan otomasi percakapan dirancang agar nasabah mendapatkan pengalaman layanan yang efisien dan andal, tanpa mengorbankan standar regulasi dan tata kelola.
“Ketika layanan keuangan di Indonesia terus terdigitalisasi, kepercayaan, keamanan, dan kepatuhan sama pentingnya dengan inovasi,” ujar Tony Zhao, CEO Agora.
“Dengan menggabungkan kecerdasan percakapan real-time milik Agora dan ekosistem AI enterprise FPT, kami memungkinkan bank dan institusi keuangan berinteraksi dengan nasabah secara lebih natural, efisien, dan andal, dalam skala besar,” sambungnya.
Ke depan, teknologi AI ini diharapkan dapat diperluas ke lebih banyak bank, perusahaan asuransi, dan institusi keuangan lain di kawasan Asia Tenggara, untuk mempercepat adopsi layanan digital berbasis percakapan real-time.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.