Untuk mengantisipasi risiko di masa depan, perseroan menyiapkan bantalan likuiditas yang tebal dengan NPL coverage ratio sebesar 178,1 persen. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh 7,4 persen yoy mencapai kisaran Rp1.466 triliun hingga Rp1.497 triliun.
Menariknya, struktur pendanaan BRI didominasi oleh dana murah yakni Rasio CASA mencapai 70,6 persen, Giro melesat 19,7 persen yoy dan Tabungan naik 7,9 persen yoy.
Likuiditas perseroan pun dipastikan dalam kondisi aman dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 91,4 persen. Indikator lainnya seperti Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 136,9 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 117,7 persen berada jauh di atas ambang batas regulasi sebesar 100 persen.
Efisiensi operasional dan perbaikan fundamental ini berdampak langsung pada laba perseroan. Sepanjang tahun buku 2025, BRI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp57,132 triliun. Pencapaian ini mengukuhkan posisi BRI sebagai salah satu lembaga keuangan paling menguntungkan di Tanah Air.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.