JAKARTA – Bank nasional memegang peran penting dalam mendukung program strategis pemerintah, mulai dari pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur, hingga Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan pembiayaan masif dan berkelanjutan.
Menurut Dosen dan Peneliti pada Departemen Hukum Ekonomi, Fakultas Hukum Unpad, Deviana Yuanitasari, program yang dicanangkan pemerintah tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan fiskal semata.
"Skala program jangkauan nasional dan keberlanjutan jangka panjang dari program-program tersebut menuntut adanya sistem perbankan nasional dengan fundamental keuangan yang kuat," ujar Devi, Rabu (4/3/2026).
Devi menjelaskan, bank adalah pilar utama intermediasi pembiayaan pembangunan, misalnya dalam konteks UMKM. Perbankan tidak hanya berperan sebagai penyalur kredit, tetapi juga dapat menggerakkan inklusi keuangan serta memperkuat struktur ekonomi rakyat. Pembiayaan UMKM membutuhkan bank yang kuat, baik dari sisi permodalan maupun manajemen risiko.
Apalagi karakter UMKM cukup beragam dan memiliki profil risiko berbeda-beda. Tanpa bank yang kuat, pembiayaan UMKM bisa tidak berkelanjutan, sporadis, dan sulit membentuk ekosistem ekonomi yang kokoh.
Pada program MBG, kebutuhan pembiayaan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga sistemik. MBG menciptakan rantai pasok yang panjang, mulai dari petani, peternak, nelayan, hingga UMKM pangan, distribusi logistik, dan penyedia jasa terkait.
"Keseluruhan ini membutuhkan pembiayaan usaha, modal kerja, dan pembiayaan operasional yang berkelanjutan. Jadi, bank harus memiliki kapasitas pembiayaan masal dan sistem pengelolaan risiko yang mampu menangani pembiayaan berbasis ekosistem, bukan hanya pembiayaan individual," tegas Devi.
Peran bank juga sangat terlihat dalam pembangunan infrastruktur, yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang. Misalnya, pembiayaan proyek atau pembiayaan berbasis skema kemitraan pemerintah-swasta. Karakter infrastruktur menuntut dana besar, tenor panjang, dan risiko tinggi.
"Jadi, hanya bank yang secara fundamental kuat, dengan struktur permodalan sehat dan tata kelola risiko yang baik, yang mampu menopang pembiayaan tersebut tanpa menimbulkan tekanan sistemik pada stabilitas keuangan. Keberadaan bank yang kuat secara fundamental bukan sekadar kebutuhan teknis perbankan, tetapi prasyarat struktural bagi keberhasilan pembangunan nasional," jelas Devi.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.