Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Angkutan Logistik Perintis Lumpuh, Distribusi MBG Tehambat di Wilayah 3T 

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 20 Juli 2026 |16:24 WIB
Angkutan Logistik Perintis Lumpuh, Distribusi MBG Tehambat di Wilayah 3T 
MBG (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Angkutan penyeberang perintis di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus berhenti karena keterbatasan pendanaan dari operator penyeberangan. Hal ini membuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terhambat. 

Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan, terhentinya layanan transportasi tersebut dikhawatirkan memutus rantai pasok bahan pangan yang menjadi penopang program prioritas pemerintah.

"Bagaimana mungkin Program Makan Bergizi Gratis di daerah 3T dapat berjalan optimal apabila rantai pasok logistik terputus akibat tidak adanya layanan transportasi penyeberangan perintis," ujar Djoko melalui pernyataan tertulis, Senin (20/7/2026).

Menurut dia, kapal penyeberangan perintis selama ini menjadi jalur utama distribusi kebutuhan pokok, termasuk bahan pangan, bahan bangunan, hingga bahan bakar minyak ke wilayah-wilayah yang tidak dilayani angkutan komersial. Ketika layanan tersebut berhenti, alternatif pengiriman menggunakan kapal swasta memerlukan biaya jauh lebih tinggi sehingga berpotensi meningkatkan harga barang di daerah tujuan.

Selain mengganggu distribusi logistik, penghentian operasional kapal perintis juga dinilai dapat mengisolasi masyarakat di pulau-pulau kecil. Akses menuju pusat layanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi menjadi terbatas sehingga memperburuk kondisi masyarakat di wilayah kepulauan.

Djoko menjelaskan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang mengoperasikan 23 lintasan penyeberangan dengan sembilan kapal di wilayah NTT. Namun, anggaran operasional yang tersedia hanya mencukupi hingga Juni 2026 sehingga layanan penyeberangan perintis terhenti mulai Juli.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement