Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cadangan BBM Indonesia 20 Hari, Setelah Itu Habis? Ini Faktanya 

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 05 Maret 2026 |09:49 WIB
Cadangan BBM Indonesia 20 Hari, Setelah Itu Habis? Ini Faktanya 
BBM (Foto: Okezone)
A
A
A

”Kenapa nggak bulanan? Karena kemampuan keuangan kita terbatas. Selain itu, kita adalah negara importir,” sambungnya.

Sementara itu, Tauhid menilai positif berbagai perencanaan pasokan oleh Pertamina. Mulai dari produksi kilang hingga impor energi. Berbagai perencanaan tadi, menurutnya, penting agar cadangan tetap terjaga.

Tauhid mencontohkan, langkah Pertamina dan pemerintah yang segera mengalihkan impor minyak mentah dari kawasan Arab. Di tengah kondisi kawasan Teluk yang terus memanas, upaya tersebut merupakan hal positif. Termasuk rencana mengimpor dari Brasil atau Amerika Serikat. 

“Menurut saya itu pilihan baik, karena kawasan itu kan bebas dari konflik saat ini,” ujar Tauhid.

Saat ini, menurut Tauhid, impor minyak mentah Indonesia dari Arab Saudi sekitar 20% dari kesuluruhan. Selain itu, Indonesia juga mengimpor dari Nigeria maupun Angola

Tauhid juga menganjurkan, agar kontrak-kontrak untuk impor minyak mentah harus segera dilakukan. Sebab, harga minyak mentah saat ini terus meninkat di tengah gejolak konflik AS-Israel dengan Iran. Apalagi, negara-negara seluruh dunia juga akan memperebutkan. 

"Lebih baik (kontrak dilakukan segera). Karena kita nggak pasti. Kan katanya perangnya berkepanjangan,” ujar Tauhid. 

Selain itu, Tauhid mengingatkan jangan sampai impor dilakukan saat harga minyak mentah mencapai 100 dolar AS per barel. Karena hal itu, akan membuat jebol APBN karena defisitnya akan melampaui 3%.“Sekarang kan baru sekitar 78 dolar AS per barel,” katanya.

Di sisi lain, Tauhid juga mengingatkan, bahwa kuota cadangan BBM Indonesia di tengah konflik, sebaiknya memang ditambah. Kalau bisa, sekitar 1–2 bulan. 

Hal itu, untuk mengantisipasi terkendalanya jalur-jalur distribusi dunia akibat konflik tersebut, termasuk penutupan Selat Hormuz saat ini. Maka, dunia juga akan mengalami kelangkaan kapal-kapal tanker. 

“Sebenarnya kalau menurut saya semakin banyak cadangan, semakin baik buat kita. Cadangan itu kan ada dari sisi ketersediaan, distribusi, juga kemampuan keuangan negara,” kata Tauhid.

Selain itu, Pertamina juga harus menyiapkan rencana cadangan jika situasi terus memburuk sehingga kebutuhan BBM masyarakat tidak terganggu.

Dengan sejumlah rencana tersebut, Tauhid menilai, masyarakat tidak perlu khawatir cadangan BBM Indonesia akan habis dalam waktu sekitar 20 hari. Karena setidaknya sudah ada rencana pengalihan impor ke kawasan yang lebih aman. 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa saat ini cadangan BBM nasional cukup untuk 20 hari. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil, saat akan menghadiri rapat mengenai kondisi terkini geopolitik terkini di Istana Negara, Jakarta.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement