Mentan menambahkan pemerintah saat ini juga mengantisipasi dua tantangan sekaligus, yakni memanasnya kondisi geopolitik global dan potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada April mendatang.
Meski demikian, ia menilai dampak El Nino tahun ini diperkirakan tidak sekuat yang terjadi pada 2023. Di mana saat itu pemerintah sempat merencanakan impor beras hingga 10 juta ton, namun akhirnya dapat ditekan menjadi sekitar 3 juta ton.
"Tidak usah risau dengan El Nino sekarang ini lebih lemah daripada sebelumnya. Lebih lemah. Tidak sekuat dari sebelumnya. Insya Allah kita bisa hadapi padahal kita belum siap waktu itu. Sekarang persiapan ini dengan hubungannya geopolitik selesai. Karena pangan kita aman," pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.