JAKARTA – Menjelang puncak panen raya periode Maret–April 2026, penguatan Sistem Resi Gudang (SRG) digencarkan di 10 daerah sentra komoditas untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Melalui pemanfaatan teknologi registrasi yang akuntabel, para pelaku usaha sektor pangan kini dapat mengelola stok komoditas dengan lebih optimal sekaligus mendukung target swasembada pangan pemerintah.
Sebagai lembaga Pusat Registrasi Resi Gudang (PusReg RG), PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) memastikan proses registrasi resi gudang berjalan secara transparan, aman, dan akuntabel. Hal ini menjadi semakin relevan menjelang musim panen, di mana ketersediaan fasilitas penyimpanan dan pencatatan komoditas yang tertib membantu petani mengelola hasil panen secara maksimal.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional KBI, Saidu Solihin, menyampaikan bahwa penguatan sosialisasi merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan layanan sekaligus memperluas manfaat SRG bagi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga amanah diwujudkan melalui peningkatan layanan dan edukasi kepada para pemangku kepentingan. Sosialisasi Is-Ware Next Gen merupakan bagian dari upaya memastikan sistem registrasi resi gudang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujarnya.
Periode Maret hingga April 2026 diperkirakan menjadi puncak musim panen padi di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi gabah diperkirakan mencapai 17,65 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 10,16 juta ton beras.
Tren produksi yang positif ini didorong oleh peningkatan luas tanam dengan titik panen terkonsentrasi di wilayah Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Dalam kondisi musim panen yang umumnya diikuti oleh kecenderungan penurunan harga gabah, keberadaan SRG menjadi salah satu alternatif solusi bagi petani untuk menunda penjualan hingga harga kembali stabil.
Melalui sistem yang dikelola KBI, komoditas yang disimpan di gudang tercatat secara resmi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pembiayaan sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan pangan. Selain sebagai instrumen tunda jual, resi gudang juga dapat dimanfaatkan untuk manajemen stok dalam kegiatan ekspor komoditas, seperti rumput laut.