Berbeda dengan terminal modern yang serba megah dan luas, Terminal 2 unggul dalam satu hal penting: human scale.
Eka Prakasa, avgeek lainnya, menyebut Terminal 2 sebagai terminal yang paling “manusiawi” di Soekarno-Hatta.
“Jarak dari pesawat ke baggage claim atau dari pintu masuk ke gate keberangkatan relatif singkat, sekitar 5–10 menit berjalan kaki. Tidak melelahkan, tidak membingungkan,” sebutnya.
Di tengah tren bandara global yang semakin besar dan futuristik, Terminal 2 menawarkan pengalaman lebih intim. Tidak terasa menakutkan, dan penumpang tidak harus berjalan terlalu jauh sambil menarik koper berat.
“Secara arsitektur, dia yang paling terasa ‘Indonesia banget’ dibandingkan Terminal 3; rasanya lebih cozy,” ucap Eka.
Renovasi memang membuat Terminal 2 lebih modern dan lebih “steril” dibanding sebelumnya. Namun karena keterbatasan struktur bangunan lama, perubahan arsitekturnya tidak seekstrim terminal generasi baru, yang justru menjadi daya tarik tersendiri.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.