Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Fakta Defisit APBN 3% Tak Akan Diubah Kecuali Keadaan Darurat, Anggaran MBG Tidak Dipotong

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 21 Maret 2026 |11:15 WIB
4 Fakta Defisit APBN 3% Tak Akan Diubah Kecuali Keadaan Darurat, Anggaran MBG Tidak Dipotong
4 Fakta Defisit APBN 3% Tak Akan Diubah Kecuali Keadaan Darurat, Anggaran MBG Tidak Dipotong (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Batas maksimal defisit anggaran sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tetap dipertahankan dan tidak akan diubah, kecuali Indonesia menghadapi keadaan darurat skala besar. Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kepastian kepada pasar dan investor global bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal. 

Saat ini pemerintah bekerja keras untuk mempertahankan defisit APBN 2026 agar tidak melebihi 3 persen sesuai UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Di sisi lain, pemerintah mulai menyiapkan langkah efisiensi anggaran sebagai respons atas pecahnya konflik di Timur Tengah yang telah memicu lonjakan harga minyak dunia. Keputusan ini diambil guna memastikan defisit APBN tetap disiplin di bawah ambang batas 3 persen.

Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta defisit APBN 3% tidak akan diubah kecuali keadaan darurat, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

1. Prabowo Tegaskan Jaga Defisit APBN

Presiden Prabowo menyebutkan bahwa aturan yang lahir pasca-krisis keuangan Asia ini merupakan instrumen vital dalam pengelolaan keuangan negara.

“Batas defisit itu adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID-19. Saya berharap kita tidak perlu mengubahnya,” kata Prabowo dalam wawancara eksklusif bersama Bloomberg yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Senin (16/3/2026).

Prabowo menolak gagasan pertumbuhan ekonomi yang didorong melalui penambahan utang secara masif. Dia menekankan prinsip kehati-hatian yang dipegang teguh sejak dini dalam mengelola pengeluaran negara.

“Jangan membelanjakan lebih dari yang kita hasilkan. Itu adalah prinsip dasar kehidupan untuk bisa bertahan,” tegas Prabowo.

Meskipun menyadari banyak negara Uni Eropa yang mulai meninggalkan target ketat tersebut, Prabowo memilih agar Indonesia tetap pada jalur disiplin. Ia pun optimis bahwa penguatan sumber daya alam dan energi alternatif seperti biofuel dan panas bumi akan membawa Indonesia pada titik efisiensi tinggi dalam dua tahun ke depan, sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber luar.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement