Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta-Fakta Pemerintah Terapkan WFH 1 Hari dalam Seminggu Usai Lebaran

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 21 Maret 2026 |12:09 WIB
Fakta-Fakta Pemerintah Terapkan WFH 1 Hari dalam Seminggu Usai Lebaran
Fakta-Fakta Pemerintah Terapkan WFH 1 Hari dalam Seminggu Usai Lebaran. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Fakta-fakta pemerintah menerapkan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu usai Lebaran.

Pemerintah bakal menerapkan skema work from home (WFH) bagi pegawai aparatur sipil negara (ASN) hingga pekerja swasta usai Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil untuk merespons tingginya harga minyak dunia akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Berikut fakta-fakta pemerintah menerapkan WFH satu hari dalam seminggu usai Lebaran:

1. Alasan WFH Satu Hari dalam Seminggu

“Terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi waktu kerja dengan membuka fleksibilitas untuk work from home,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

2. Teknis WFH Usai Lebaran

Airlangga merinci teknis kebijakan WFH ini masih disiapkan. Namun, ia menjelaskan bahwa WFH dapat dilakukan pekerja selama satu hari dalam satu minggu.

“Dalam satu hari dalam lima hari kerja,” ungkap Airlangga.

Menurutnya, kebijakan ini diharapkan tidak hanya diterapkan oleh ASN, tetapi juga pekerja swasta.

“Nah, teknisnya sedang disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN, tetapi juga swasta dan pemerintah daerah. Ini semuanya sedang kami siapkan,” ujarnya.

Menurut Airlangga, kemungkinan penerapan kebijakan WFH ini akan dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Jika konsep kebijakannya sudah dimatangkan, pengumuman lanjutan akan disampaikan kepada publik.

“Pasca-Lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” tuturnya.

3. Prabowo Ingin Hemat BBM

Presiden Prabowo Subianto berencana mengambil langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga energi dunia.

Dalam arahannya, Prabowo menilai gejolak harga minyak global dapat berdampak luas terhadap perekonomian nasional, termasuk pada harga pangan. Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah proaktif untuk menekan konsumsi energi, salah satunya melalui kebijakan efisiensi penggunaan BBM.

“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun yang terjadi kita aman. Kita bersyukur aman, tetapi kita juga harus berupaya mengurangi konsumsi BBM kita,” kata Prabowo.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement