JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana membangun rumah susun (rusun) subsidi sebanyak 2.200 unit di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi langsung dengan akses transportasi kereta api.
Berikut fakta-fakta rumah murah di dekat Stasiun Manggarai dan Depok yang dirangkum Okezone, Minggu (22/3/2026).
Proyek hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini direncanakan terdiri dari delapan tower yang dibangun dalam dua fase, yakni Blok G dan Blok F, dengan target serah terima kunci pada awal 2027.
"Di mana masing-masing towernya itu adalah 12 lantai, total 8 tower, total unit yang akan tersedia adalah 2.200 unit. Dimana waktu pengerjaannya akan segera kita mulai, sehingga di awal tahun 2027 kita sudah bisa melakukan penyerahan kunci dari unit-unit tersebut," kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, di kawasan Manggarai.
Dia menjelaskan, rusun yang dibangun oleh KAI ini memiliki 2 tipe, yaitu tipe 45 dan tipe 52.
Selain di Manggarai, KAI juga mencanangkan pembangunan hunian serupa di tiga lokasi lainnya, yaitu kawasan Kiaracondong Bandung, Stasiun Dr. Karyadi Semarang, dan Stasiun Gubeng Surabaya.
"Kiaracondong itu nantinya akan menempati lahan sebesar 7.600 meter persegi dengan total hunian 753 unit yang terdiri dari 2 tower. Semarang Dr. Karyadi, itu 1,2 hektar yang akan dibangun 1.042 unit hunian, 2 tower, 42 lantai. Surabaya, lokasi Stasiun Gubeng, 1.489 unit hunian, 2 tower, menempati 1,2 hektar lahan dan 52 lantai," tambahnya.
Bobby menyebutkan, Stasiun Manggarai memiliki peranan strategis menjadi simpul transportasi.
Bahkan setiap hari, ada sekitar 770 perjalanan kereta yang melintas stasiun tersebut.
"Tahun 2025, yang keluar gate in dan gate out di Stasiun Manggarai ini satu tahun itu 10 juta orang, tepatnya adalah 10.530.000 orang. Dan setiap harinya Stasiun Manggarai ini menjadi stasiun transit yang melayani lebih dari 200.000 penumpang transit per harinya," pungkasnya.
Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Radio Republik Indonesia (RRI) di Depok seluas 45 hektare akan dikembangkan menjadi perumahan khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Lahan Komdigi seluas 30,086 hektare, sedangkan lahan RRI seluas 14,97 hektare. Dalam konsep awal, kedua lahan tersebut direncanakan dibangun apartemen atau rusun, serupa dengan proyek di kawasan Meikarta.
"Dan saya dengar Komdigi dan RRI sudah mengalokasikan 45 hektare di Depok. Itu juga untuk masyarakat berpenghasilan rendah," ujarnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.