“Geopolitik di Timur Tengah ini pun juga masih rame. Apalagi tentang pembatasan transportasi di Selat Hormuz. Kemudian tentang penyerangan yang ditunda. Perang pun juga masih terus terjadi. Bahkan Timur Tengah sendiri sampai saat ini mengalami pengurangan itu 10 juta barel per hari,” jelasnya.
Di sisi domestik Amerika Serikat, kepemimpinan Donald Trump mulai digoyang oleh penurunan tingkat kepercayaan publik di bawah 40 persen akibat mahalnya harga bahan bakar dan status darurat penerbangan. Namun, pelaku pasar kini menanti kepemimpinan Kevin Hoss di Bank Sentral AS pada April mendatang, yang diprediksi akan mengambil langkah berani untuk menurunkan suku bunga meskipun inflasi tetap tinggi.
Baca selengkapnya: Rupiah Terancam Tembus Rp17.100 pada Pekan Depan Imbas Krisis Energi Global
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.