Dia pun memilih nama Sederhana sebagai jenama warung nasinya di kaki lima, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Sebuah nama yang ia ambil dari restoran Padang tempatnya bekerja sebagai tukang cuci piring dulu di Jambi.
"Kita nekat sajalah. Di Jakarta awalnya jualan rokok. Numpang di praktek dokter di jalan Matraman itu. Saya jualan rokok kurang lebih dua bulan. Istri saya lalu nyusul bersama anak. Namun, tahun 1971 ada kerusuhan di Matraman yang memaksa pindah ke Penjompongan. Jadi, waktu itu kita sewa kios hanya Rp20 ribu per tahun. Nah, kita tinggal di situ, jualan di situ. Anak saya jadi besar di kios. Di Pejompongan jualan rokok ternyata tak mampu menutup biaya harian," kata Bustaman dalam acara Kick Andy, 22 Juni 2013.
Inisiasi mencari tambahan pun muncul dan sempat mau jual martabak manis. Namun, karena seorang teman yang pandai buat martabak tak datang-datang, muncul ide menjual nasi.
"Modal pun dibantu sanak famili sejumlah Rp15 ribu untuk jualan di kaki lima. Saya lalu pergi ke Bendungan Hilir cari tempat. Jadi, gerobak yang dulunya jualan di Matraman saya jadikan meja terus kasih terpal. Namanya saat itu sudah Sederhana,” tambahnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.