Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MBG Jadi 5 Hari Berpotensi Hemat Anggaran Rp20 Triliun

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 31 Maret 2026 |20:04 WIB
MBG Jadi 5 Hari Berpotensi Hemat Anggaran Rp20 Triliun
Program MBG (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa terus melakukan penajaman terhadap program-program strategis nasional guna memperkuat ketahanan fiskal.

Menurut Airlangga, salah satu langkah utama yang diambil adalah optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan mampu menghemat anggaran negara hingga puluhan triliun rupiah.

"Pemerintah mendorong optimalisasi daripada program Makan Bergizi Gratis sebagai program, dan program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu dan tetap memperhatikan pengecualian seperti untuk asrama, daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), dan daerah yang dengan tingkat stunting tinggi. Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Seoul, Korea, Selasa (31/3/2026).

Airlangga menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar pemangkasan biaya, melainkan bagian dari desain besar transformasi ekonomi Indonesia agar lebih kompetitif dan berdaya tahan.

Penyediaan makanan segar selama lima hari kerja dinilai lebih produktif dan efisien dalam rantai pasok, sembari tetap memberikan proteksi khusus bagi wilayah-wilayah prioritas yang memiliki tantangan geografis maupun masalah kesehatan kronis seperti stunting.

"Dan keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan," tambahnya.

Kebijakan optimasi MBG ini merupakan bagian dari paket kebijakan "8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional" dan langkah mitigasi risiko fiskal yang diambil pemerintah untuk menghadapi dinamika geopolitik global yang tidak menentu.

 

Sebelumnya, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen memanfaatkan momentum tantangan global untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku ekonomi yang modern.

Selain sektor pangan, pemerintah juga telah mengumumkan berbagai langkah efisiensi lain seperti penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat, efisiensi perjalanan dinas hingga 70 persen dan Refocusing anggaran Kementerian/Lembaga dengan total potensi hingga Rp130,2 triliun.

Pemerintah optimistis bahwa dengan fundamental ekonomi yang kokoh dan stabilitas fiskal yang terjaga melalui langkah-langkah efisiensi ini, Indonesia akan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan inflasi dan fluktuasi harga energi dunia.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement