Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MPMX Raih Laba Rp462 Miliar di 2025, Penjualan Mobil Bekas Naik 6%

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 01 April 2026 |11:22 WIB
 MPMX Raih Laba Rp462 Miliar di 2025, Penjualan Mobil Bekas Naik 6%
MPMX Raih Laba Rp462 Miliar di 2025, Penjualan Mobil Bekas Naik 6% (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meraup laba bersih Rp462 miliar sepanjang 2025. Laba bersih ini turun 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan perusahaan milik Saratoga Group ini mencapai Rp16,2 triliun atau turun 1%.

Capaian kinerja ini mencerminkan dinamika industri dan normalisasi pada beberapa segmen bisnis setelah mencatat pertumbuhan yang kuat pada periode sebelumnya. Namun, MPMX tetap berfokus pada menjaga disiplin operasional, efisiensi biaya, serta optimalisasi portofolio bisnis, guna mempertahankan kinerja yang sehat serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. 

"Secara keseluruhan, tahun 2025 merupakan tahun yang dinamis dan menantang secara operasional, dengan kinerja keuangan yang berada di bawah capaian tahun 2024," ujar Group Chief Executive Officer MPMX Suwito Mawarwati dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Dia menambahkan, MMMX melihat dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, termasuk tekanan terhadap daya beli masyarakat, tingkat suku bunga yang relatif masih tinggi, serta moderasi pertumbuhan konsumsi domestik. "Kondisi tersebut tercermin pada melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor yang terkait dengan konsumsi, termasuk industri otomotif roda dua dan pembiayaan konsumen," katanya.

Namun demikian, tekanan di tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Perseroan untuk melakukan evaluasi strategis, memperkuat fondasi operasional dan meningkatkan adaptabilitas organisasi dalam menghadapi perubahan industri yang semakin cepat.

Sepanjang tahun 2025, MPMX mendorong berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas operasional, memperkuat kolaborasi antar unit bisnis, serta meningkatkan disiplin dalam pengelolaan biaya dan proses kerja. Perseroan juga terus memperkuat kapabilitas organisasi dan tata kelola, sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam berbagai aspek operasional sebagai bagian dari komitmen terhadap penciptaan nilai jangka panjang.

"Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka seiring dengan potensi perbaikan konsumsi domestik dan meningkatnya aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, Perseroan akan terus berfokus pada penguatan bisnis inti, peningkatan produktivitas operasional, serta optimalisasi portofolio usaha untuk memastikan Perseroan tetap kompetitif dan mampu menangkap peluang pertumbuhan secara berkelanjutan," ujarnya.

 

Pada segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMX melalui MPMulia membukukan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun melemah 2% YoY. Segmen distribusi mencatat penjualan sebesar 699 ribu unit, sementara pendapatan dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang meningkat sebesar 3,5% YoY. Bisnis ritel melalui MPMotor berhasil menjual 187 ribu unit, sementara pendapatan ritel dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang dan layanan perbaikan meningkat sebesar 24% YoY. 

Segmen bisnis asuransi MPMInsurance mempertahankan momentum pemulihan dengan mencatat pendapatan sebesar Rp927,8 miliar, atau naik 1,6% YoY didorong oleh kinerja produk rekayasa (engineering) dan properti, meskipun terjadi pelemahan di kendaraan bermotor, dan beban klaim meningkat sebesar 1% YoY. Dengan demikian, MPMInsurance berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 69,7% YoY. 

Pada segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mempertahankan jumlah armada yang stabil di kisaran 15.000 unit dengan tingkat utilisasi 92% yang sebagian besar berasal dari mobil penumpang dengan klien dari sektor layanan keuangan, perdagangan, dan distribusi. Perusahaan akan terus berupaya meningkatkan efisiensi pengelolaan armada, dan memperkuat kualitas layanan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Penjualan mobil bekas melalui AUKSI meningkat sebesar 6% YoY menjadi 4.000 unit yang sebagian besar disumbang oleh kendaraan niaga. Dalam rencana pengembangan bisnis, perusahaan akan mengintegrasikan hingga 10 kantor cabang MPMRent sebagai cabang AUKSI. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas cakupan operasional, meningkatkan volume unit yang dilelang (consignments), memperluas partisipasi peserta lelang (buyers), serta memberikan layanan yang lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan klien.

Segmen jasa keuangan, Jaccs MPM Finance Indonesia, masih berfokus pada pengendalian risiko, pemulihan, serta efisiensi operasional. Kerugian bersih dari kegiatan operasional menunjukkan pelemahan sebesar 53% menjadi sebesar Rp437 miliar. 

"Memasuki tahun 2026, tujuan strategis kami akan diarahkan untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi kami sebagai pelaku industri yang bertanggung jawab. Fokus kami meliputi peningkatan profitabilitas, penguatan struktur biaya, diversifikasi portofolio bisnis, penguatan citra perusahaan, serta optimalisasi kinerja seluruh entitas usaha," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement