Memasuki 2026, PTBA menyambut persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa pemotongan volume produksi, dan membidik target produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton. Arsal menambahkan, strategi cost leadership melalui skema selective mining dan optimasi rantai pasok akan terus menjadi motor utama perusahaan untuk menjaga daya saing.
“Dengan fokus pada efisiensi dan pengembangan bisnis berkelanjutan, serta tetap mengedepankan kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan, PTBA optimis dapat mempertahankan kinerja positif secara berkelanjutan, berkontribusi pada perekonomian nasional, dan menjaga ketahanan energi Indonesia,” tutup Arsal.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.