Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Kaji Kenaikan BBM Nonsubsidi

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Senin, 06 April 2026 |15:20 WIB
Pemerintah Kaji Kenaikan BBM Nonsubsidi
Menko Airlangga (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah belum memberikan titik terang terkait kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Pasalnya, hal itu masih dalam pengkajian.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyampaikan, pihaknya masih mengkaji ihwal kenaikan BBM nonsubsidi.

"Itu masih dikaji," kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Airlangga menyampaikan, pihaknya akan mengumumkan titik terang kenaikan BBM non-subsidi bila sudah merampungkan hasil kajian.

"Jadi nanti pada waktu pengkajian selesai, nanti disampaikan ke publik," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun non-subsidi pada April 2026 mendatang.

Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, langkah itu diputuskan setelah pemerintah melakukan koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina, berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Perlu kami sampaikan, setelah melakukan koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden. Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan,” ujar dia, Selasa (31/3/2026).

 

“Karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non-subsidi,” imbuh dia 

Dengan adanya pernyataan yang disampaikan ini, kata Prasetyo, diharapkan masyarakat tidak panik atas isu yang beredar. Pihaknya memastikan, ketersediaan BBM dipastikan aman dengan harga yang tetap terjangkau.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement