JAKARTA — Kenaikan harga plastik menjadi sorotan publik pekan ini karena berdampak pada pedagang dan masyarakat.
Lonjakan harga dipicu terganggunya rantai pasok nafta, bahan baku utama pembuatan plastik, akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah. Selama ini pasokan dari wilayah tersebut relatif cepat dan stabil, sehingga gangguan memengaruhi harga di pasar domestik.
Pemerintah pun tengah membahas usulan dari industri plastik yang meminta pembebasan bea masuk untuk bahan baku, sebagai salah satu upaya meredam kenaikan harga.
Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mewanti-wanti risiko distribusi bahan baku plastik berupa senyawa kimia nafta yang rencananya bakal diambil dari India, Afrika, dan Amerika.
Sekjen Inaplas Fajar Budiono menekankan bahwa rantai pasok nafta dari Timur Tengah selama ini hanya membutuhkan waktu 10–15 hari, sedangkan pasokan dari luar kawasan Timur Tengah memerlukan waktu lebih panjang.