Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapa Pemilik Ritel Fashion Terkenal H&M yang Akan Tutup 160 Gerai Tahun Ini?

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 10 April 2026 |21:08 WIB
 Siapa Pemilik Ritel Fashion Terkenal H&M yang Akan Tutup 160 Gerai Tahun Ini?
Siapa Pemilik Ritel Fashion Terkenal H&M yang Akan Tutup 160 Gerai Tahun Ini? (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Siapa pemilik ritel fashion terkenal H&M yang akan tutup 160 gerai tahun ini? H&M akan menutup permanen 160 gerai di seluruh dunia pada tahun 2026.

Penutupan 160 gerai H&M ini sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan fokus pada e-commerce dan efisiensi biaya, menyusul tren penurunan belanja di toko fisik. Langkah ini termasuk optimalisasi toko dan restrukturisasi portofolio ritel global.

"Optimalisasi portofolio toko telah berdampak agak negatif pada penjualan kuartal I-2026 karena penutupan dan renovasi toko," kata H&M dalam laporan pendapatan dilansir The Sun.

Lalu siapa pemilik H&M? Berikut ulasannya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Pemilik H&M 

H&M (Hennes & Mauritz) adalah perusahaan ritel fesyen asal Swedia yang didirikan oleh Erling Persson pada tahun 1947. 

Saat ini, perusahaan tersebut dikendalikan oleh keluarga Persson dengan kepemilikan saham hampir 50 persen. 

Anak Erling yakni Stefan Persson menjabat sebagai Chairman of the Board H&M Group, namun mengundurkan diri pada Mei 2020 setelah 22 tahun menjabat. Kini putraya Karl-Johan Persson menggantikan posisinya. Demikian seperti dilansir Forbes.

Berdasarkan data Forbes per hari ini, harta kekayaan Stefan Persson mencapai USD22,3 miliar atau setara Rp381,3 triliun (kurs Rp17.100 per USD).

 

Sejarah H&M 

Awalnya Erling membuka toko pakaian wanita yang diberi nama Hennes atau berarti 'miliknya'. Kemudian, saat ke New York, Erling mendapat ide untuk membuka sebuah toko dan akhirnya membuka toko pertamanya di Vasteras, Swedia pada 1947.

Kemudian Erling membeli salah satu ritel pakaian bernama Mauritz Widfross. Erling kemudian menggabungkan kedua ritel miliknya dan memasukkan nama Mauritz.

Setelah proses akuisisi tersebut Erling pun mantap dengan mengubah nama brand tersebut menjadi H&M.

Singkat cerita, tokonya semakin berkembang dengan dibukanya dua cabang baru di ibukota Swedia, Stockholm serta disebuah gedung di wilayah kota Hotorget.

Pada 1973 perusahaan H&M semakin berkembang pesat. Pada tahun tersebut mereka mengeluarkan produk pakaian dalam dengan berkolaborasi bersama Anni-Frid Lyngstad yang merupakan anggota dari ABBA untuk mengisi modelnya.

Ekspansi yang dilakukan Erling kian merambah ke mancanegara setelah perusahaan tersebut listing di Bursa Efek Stockholm. Berkat nama brandnya yang begitu simple hal itu membantu perusahaan mudah dikenal banyak orang.

Skandinavia dan juga London merupakan pilihan Erling untuk membuka toko lagi di tahun 1976. Merambahnya H&M di Eropa merupakan sebuah pilihan yang tepat, karena sejak saat itu H&M semakin terkenal.

Pada tahun 1982, Stefan Persson masuk sebagai CEO. Di bawah manajemen baru ini, H&M memasuki era yang semakin sukses. Stefan mulai menggunakan supermodel dunia untuk iklan produknya seperti Cindy Crawford, Naomi Campbell, dan Linda Evangelista.

Strateginya berhasil dan terus berkembang di seluruh Eropa. H&M juga mulai menawarkan produknya secara online di Swedia pada tahun 1998. Sejak saat itu H&M semakin meluas dengan menyentuh pasar Amerika Serikat (AS).

Toko pertama dibuat di New York, hal itu menandakan awal H&M bisa menyentuh pasar di luar benua Eropa. Kesuksesan H&M semakin menjadi-jadi, di mana pada tahun 2013 perusahaan milik Stefan telah merambah pasar Indonesia dengan membuka gerai pertamanya di Jakarta.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement