Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya soal Rp300 Triliun, Beri Peluang Ekonomi RI Gerak Lewat Invisible Hand

Rohman Wibowo , Jurnalis-Sabtu, 11 April 2026 |07:28 WIB
Purbaya soal Rp300 Triliun, Beri Peluang Ekonomi RI Gerak Lewat Invisible Hand
Purbaya soal Rp300 Triliun, Beri Peluang Ekonomi RI Gerak Lewat Invisible Hand (Foto: Kemenkeu)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan soal kebijakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp300 triliun ke bank himbara bertujuan memacu realisasi pergerakan tak terlihat di pasar keuangan atau 'invisible hand'. Sebab, transfer SAL bukan cuma membiayai program prioritas nasional.

Perlu diketahui, invisible hand yang dimaksud Purbaya merujuk konsep ekonomi pasar bebas yang menitikberatkan bahwa mekanisme pasar bakal berlangsung dan menjadi alat alokasi sumber daya tanpa adanya campur tangan pemerintah sekalipun. Konsep ini diperkenalkan pemikir abad ke-18, Adam Smith. 

"Saya sebetulnya tidak peduli mereka (bank) taruh secara teoritis, tapi begitu taruh di situ, dia akan menyebar ke sistem perekonomian karena banknya dipaksa oleh invisible hand," ujar Purbaya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

 

Purbaya mengatakan kebijakan transfer SAL bertujuan menuntun perbankan bergerak mengikuti mekanisme pasar dalam menggarap proyek-proyek tanpa adanya campur tangan yang berarti dari pemerintah.

"Kebijakan saya memaksa invisible hand berfungsi di sekitar finansial. Perbankan memilih proyek-proyek yang bagus dan membuat ekonomi bergerak," katanya.

Adapun Purbaya telah menambah periode penempatan dana Rp200 triliun di himbara dari Maret sampai September 2026. Seturut itu, ada penambahan dana Rp100 triliun. Tambahan fiskal ini digadang-gadang sebagai injeksi di sektor keuangan setelah audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).  
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement