PLN memastikan ketahanan stok gas selama lebih dari sepekan tersebut ditopang optimalisasi sejumlah infrastruktur vital, mulai dari unit Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) hingga terminal gas di berbagai titik, yang tersebar di Indonesia.
Persisnya, FSRU Jawa Barat sebanyak 4,70 HOP, FSRU Lampung memiliki cadangan 4,10 HOP, dan FSRU Benoa sebanyak 4,50 HOP. Seturut itu, Terminal Arun mencatatkan persediaan 6,40 HOP, disusul oleh FSRU Jawa-1 dengan 27 HOP, serta FSRU Gorontalo yang memiliki cadangan paling tinggi mencapai 29,20 HOP.
Sementara itu, RUPTL PLN 2025–2034 menekankan transisi energi dengan 76 persen tambahan pembangkit berasal dari energi baru terbarukan. Akan tetapi, masih terdapat muatan penambahan PLTU batu bara sebesar 6,3 GW hingga 2034. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperpanjang usia batu bara di tengah target transisi, dengan alasan efisiensi biaya dan kebutuhan beban dasar.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.