Selain tiga negara tersebut, pemerintah juga berupaya mencari pasokan dari Singapura, Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand. Namun demikian, ia belum dapat memastikan kapan realisasi distribusi nafta ke Indonesia dapat dilakukan.
“Namun ini kan banyak yang force majeure. Ini memang krisis global terkait keterbatasan bahan baku,” ujarnya.
Sementara itu, Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) mewanti-wanti risiko gangguan distribusi bahan baku plastik berupa senyawa kimia nafta, seiring rencana pemerintah mencari pasokan dari India, negara-negara di Afrika, dan Amerika.
Sekretaris Jenderal INAPLAS Fajar Budiono menekankan bahwa rantai pasok nafta selama ini dari negara-negara Timur Tengah tergolong cepat, yakni sekitar 10–15 hari. Sementara itu, distribusi dari luar kawasan tersebut dapat memakan waktu lebih lama.
“Kalau di luar Middle East butuh waktu 50 hari paling cepat. Sehingga kita harus hitung ulang karena rantai pasoknya pasti akan tambah panjang,” kata Fajar kepada iNews Media Group, Minggu (5/4/2026).
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.