Iwan menambahkan, total dividen tunai yang dibayarkan dapat berubah menyesuaikan jumlah saham yang berhak menerima dividen seiring program pembelian kembali saham (buyback) yang masih berlangsung.
“Jumlah total dividen tunai akan bergantung pada jumlah saham yang berhak menerima dividen berdasarkan Daftar Pemegang Saham pada recording date,” jelasnya.
Sebagai informasi, United Tractors membukukan laba bersih sebesar Rp14,81 triliun pada 2025, menurun dibandingkan 2024 sebesar Rp19,53 triliun. Laba bersih per saham tercatat sebesar Rp3.970,48.
Mengutip laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan pada Jumat (27/2/2026), penurunan laba disebabkan melemahnya kontribusi segmen kontraktor penambangan akibat curah hujan, serta penurunan kinerja segmen batu bara termal dan metalurgi karena harga jual yang lebih rendah.
Sejalan dengan itu, pendapatan bersih konsolidasian UNTR turun 2 persen menjadi Rp131,3 triliun pada 2025, dari Rp134,4 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan terbesar masih berasal dari segmen kontraktor penambangan sebesar Rp54,1 triliun, diikuti mesin konstruksi Rp36,6 triliun, pertambangan batu bara termal dan metalurgi Rp24,2 triliun, serta pertambangan emas dan mineral lainnya Rp14,0 triliun.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.