Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BRI Bangkitkan Ekonomi Perempuan dan Angkat Tenun Lurik ke Pasar Lebih Luas

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 23 April 2026 |15:42 WIB
BRI Bangkitkan Ekonomi Perempuan dan Angkat Tenun Lurik ke Pasar Lebih Luas
Peni Budi Astuti berhasil mewujudkan kemandirian finansial bagi perempuan bersama BRI. (Foto: dok BRI)
A
A
A

MALANG - Pemberdayaan BRI menjadi pilar utama di balik kesuksesan brand UMKM Diopeni atau Dondomane Handmade dalam mengangkat eksistensi kain tenun lurik. Melalui sinergi dengan Rumah BUMN BRI Malang, usaha yang digawangi oleh Peni Budi Astuti ini berhasil mengubah wastra Nusantara menjadi produk fashion modern bernilai tinggi sekaligus mewujudkan kemandirian finansial bagi perempuan di sekitarnya.

Berlokasi di sebuah gang permukiman di Kota Malang, Jawa Timur, Peni tidak sekadar menjalankan bisnis demi keuntungan semata. Sebagai pendiri Komunitas “Perempuan Mandiri Sumber Perubahan”, ia membawa misi sosial untuk memastikan para lansia dan ibu tunggal memiliki akses produktivitas yang tangguh. Dukungan berkelanjutan dari BRI pun menjadi kunci bagi Diopeni dalam memperluas dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat luas.

Perjalanan Diopeni dimulai pada September 2016 dari kegemaran Peni menjahit tangan, atau dalam bahasa Jawa disebut dondom-dondom. Dari hobi sederhana ini, ia melihat potensi besar pada kain tenun lurik yang sering dianggap kuno. Nama Diopeni sendiri diambil dari gabungan nama sang suami, Junaidi (Di) dan dirinya sendiri (Peni), yang dalam bahasa Jawa Diopeni juga berarti dirawat atau dipelihara.

Saat ini komunitas tersebut telah berbadan hukum koperasi dan memiliki sembilan karyawan, di mana mayoritas adalah perempuan lansia berusia 50-60 tahun dan orang tua tunggal. Peni memberikan ruang bagi mereka untuk tetap produktif dari rumah. 

"Perempuan sebaiknya memiliki kegiatan produktif untuk membantu ekonomi keluarga agar menjadi sosok yang kuat dan tangguh," tutur Peni.

Keunggulan utama Diopeni terletak pada penggunaan kain tenun motif lurik dengan desain kontemporer yang eksklusif. Koleksi fashion yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari daster tunik sebagai produk unggulan, kemeja, outer kimono, gamis, babydoll, blazer, hingga baju koko. Setiap helai pakaian dibuat dengan peletakan corak yang berbeda sehingga hampir tidak ada produk yang sama persis.

Koleksi UMKM Diopeni
Koleksi UMKM Diopeni. (Foto: dok BRI)

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement