Terkait isu kelangkaan plastik, Direktur PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI), Jimmy Tjahjanto, menyampaikan bahwa gangguan pasokan sempat terjadi pada awal konflik, terutama dari pemasok di Timur Tengah. Namun, kondisi tersebut dapat segera diatasi melalui pengalihan sumber bahan baku ke negara lain.
“Kita punya supplier dari Saudi yang sempat berhenti. Tapi tidak lama, karena kita langsung beralih cepat. Kita juga punya suplai dari ASEAN, China, Rusia. Kita bisa dengan cepat mengalihkan ke vendor-vendor tersebut. Karena itu selama perang Iran kami normal,” ujar Jimmy.
Dia menambahkan, tekanan utama yang dihadapi industri saat ini justru berasal dari kenaikan harga bahan baku seiring lonjakan harga minyak dunia.
“Dari segi harga tidak bisa dikendalikan. Sekarang sekitar 1.600-an dolar, hampir dua kali lipat. Kami masih memasok untuk customer domestik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Biaxially Oriented Films Indonesia (ABOFI), Santoso Samudra Tan, menilai persepsi kelangkaan bahan baku lebih dipengaruhi gangguan awal pasokan dan respons pasar yang berlebihan.