Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Lebih Tangguh dari Negara Tetangga, Ini Faktanya

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 25 April 2026 |13:02 WIB
Rupiah Lebih Tangguh dari Negara Tetangga, Ini Faktanya
Nilai tukar Rupiah menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika pasar global. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika pasar global. Pada penutupan perdagangan sore kemarin, Rupiah tercatat menguat sebesar 0,52% ke level Rp17.205 per dolar AS.

Penguatan ini sekaligus meredakan kekhawatiran sejumlah pihak terkait potensi pelemahan mata uang domestik.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pergerakan Rupiah saat ini bukan mencerminkan adanya pemburukan fundamental ekonomi nasional. Menurutnya, posisi Rupiah relatif masih lebih kuat dibandingkan sejumlah negara di kawasan.

“Saya melihat ini bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain, kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand, dan lain-lain masih kuat,” ujar Purbaya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menambahkan, fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga dan bahkan diproyeksikan semakin kokoh ke depan.

Pemerintah, kata dia, terus berupaya mempercepat perbaikan berbagai kendala struktural dalam perekonomian.

“Tapi yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat, karena kita akan semakin serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian,” lanjutnya.

Ekonomi Indonesia Terus Membaik

Optimisme terhadap ketahanan Rupiah juga didukung oleh target pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 mencapai 5,7%, sejalan dengan target tahunan sebesar 6%.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mengandalkan berbagai instrumen, termasuk percepatan belanja negara guna menjaga momentum pertumbuhan.

Selain itu, kekuatan ekonomi Indonesia juga tercermin dari posisi eksternal yang solid, ditandai dengan surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.

Di sisi domestik, daya tahan ekonomi turut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, inflasi yang terkendali, serta pengelolaan fiskal yang disiplin.

Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang rendah dan kebijakan hilirisasi yang berkelanjutan juga menjadi faktor penopang stabilitas ekonomi nasional.

Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis bahwa pergerakan Rupiah akan tetap stabil dan mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia di tengah tekanan global.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement