Dampak ekonomi tersebut terlihat nyata di sejumlah wilayah, salah satunya Jawa Barat. Dengan jumlah SPPG mencapai sekitar 6.200 unit, perputaran dana dari program ini diperkirakan mencapai Rp6 triliun setiap bulan.
“Di Jawa Barat sudah ada 6.200 SPPG. Artinya sekitar Rp6 triliun per bulan uang beredar di daerah hanya dari program ini,” ungkap Dadan.
Dadan menambahkan, aliran dana dalam skala besar tersebut mulai memberikan efek berantai terhadap perekonomian lokal. Permintaan terhadap komoditas pertanian meningkat, harga produk menjadi lebih stabil, serta aktivitas produksi di tingkat petani dan pelaku usaha kecil ikut terdorong.
Selain itu, program ini juga berkontribusi pada indikator sosial ekonomi. BGN mencatat adanya tren penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di sejumlah daerah, serta penyempitan ketimpangan ekonomi.
“Kami mendapat laporan dari beberapa daerah, gini ratio mulai menyempit, angka kemiskinan turun, dan pengangguran juga menurun karena uang beredar di masyarakat,” tutup Dadan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.