Eddy mengatakan, di dalam negeri tingginya serapan CPO untuk biodiesel berpotensi mendorong kenaikan harga, terutama minyak goreng. Sementara dari sisi fiskal, tekanan juga muncul seiring perubahan indikator harga, di mana PE (pungutan ekspor) diperkirakan naik 1 persen, sementara harga TBS (tandan buah segar) justru berpotensi turun sekitar Rp334,67 per kilogram. Kombinasi ini mencerminkan adanya tekanan simultan terhadap petani, konsumen, dan anggaran negara.
GAPKI memberikan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah agar penerapan B50 tidak menggangu pemenuhan kebutuhan pangan, maupun penerimaan negara. Misalnya penyesuaian tarif pungutan ekspor, hingga sekitar 15,17 persen untuk menjaga keberlanjutan pendanaan subsidi. Alternatif lain adalah mendorong kenaikan volume ekspor hingga 43 persen dari baseline, agar keseimbangan pasar tetap terjaga tanpa menaikkan tarif secara agresif.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.