Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menperin Ungkap Penyebab Pesawat Beroperasi Kian Menyusut dan Tekanan di Industri MRO

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 07 Mei 2026 |12:25 WIB
Menperin Ungkap Penyebab Pesawat Beroperasi Kian Menyusut dan Tekanan di Industri MRO
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penurunan jumlah pesawat tersebut dipicu tingginya biaya perawatan. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Jumlah pesawat yang beroperasi di Indonesia terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Tercatat, armada pesawat yang beroperasi mencapai 593 unit pada 2023, turun menjadi 582 unit pada 2024, dan kembali menyusut menjadi 578 unit pada 2025.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penurunan jumlah pesawat tersebut dipicu tingginya biaya perawatan pesawat serta tekanan fiskal yang membebani industri jasa Maintenance, Repair, and Operations (MRO).

"Kita juga perlu mengakui bahwa industri MRO di Indonesia sedang mengalami tantangan. Tantangan semakin kompleks, terlebih turunnya jumlah pesawat yang beroperasi di Indonesia. Juga tekanan biaya tinggi," ujar Menperin di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (7/5/2026).

Pada kesempatan tersebut, Agus Gumiwang memaparkan ada tiga faktor penyebab turunnya jumlah pesawat yang beroperasi, yakni gangguan rantai pasok global, akses terhadap komponen pesawat yang krusial, serta pemberlakuan tarif impor yang tinggi dan hambatan fiskal.

Bahkan, sekitar 74 persen dari total HS Code atau kode klasifikasi barang internasional untuk komponen perawatan pesawat di RI dikenakan bea masuk dengan tarif 2,5 persen hingga 22,2 persen. Jumlah terbesar berasal dari mesin dan komponen suku cadang yang banyak didatangkan dari luar negeri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement