“Perjalanan ini dimulai dari nol, dengan segala keterbatasan yang ada. Proses produksi dilakukan secara sederhana, eksperimen dilakukan berulang kali, dan kegagalan menjadi bagian yang tidak terpisahkan," ujarnya.
Lebih lanjut, Shelly bercerita, dari proses itu ia menemukan kekuatan utama, yaitu inovasi yang konsisten dan keberanian untuk berbeda.
"Kami tidak hanya ingin membuat produk yang enak, tetapi juga menciptakan nilai baik dari sisi kualitas, keberlanjutan, maupun dampak sosial bagi petani dan komunitas sekitar," ucapnya.
Seiring perkembangannya, SALAKU kini mampu memproduksi ribuan produk setiap bulan dengan produk unggulan seperti Browker Ori dan Cheese Sagu. Produk tersebut dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari retail modern, toko oleh-oleh, marketplace, media sosial, hingga jaringan reseller, serta didukung pemanfaatan layanan transaksi digital BRI seperti EDC, QRIS, dan BRImo untuk memudahkan transaksi.
Pada ajang FHA 2026, SALAKU memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan produk melalui aktivitas sampling, edukasi, serta penjajakan kerja sama. Interaksi langsung dengan buyer dan pelaku industri dari berbagai negara memberikan gambaran mengenai preferensi konsumen sekaligus membuka peluang ekspansi ke berbagai negara tujuan.