Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sindir Ekonom, Purbaya: Mereka Tak Tahu Strategi Ekonomi Saya!

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 12 Mei 2026 |17:12 WIB
Sindir Ekonom, Purbaya: Mereka Tak Tahu Strategi Ekonomi Saya!
Sindir Ekonom, Purbaya: Mereka Tak Tahu Strategi Ekonomi Saya! (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis prediksi sejumlah ekonom yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan merosot di bawah 5 persen pada kuartal III dan IV tahun 2026. 

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi matang untuk menjaga momentum pertumbuhan tetap berada di level tinggi, bahkan melampaui capaian awal tahun.

Menurut Purbaya, pandangan skeptis yang menyebut belanja pemerintah tidak akan lagi memberikan efek signifikan pada sisa tahun ini. Menurutnya, mesin pertumbuhan ekonomi sesungguhnya berada pada sektor swasta yang mendominasi 90 persen aktivitas ekonomi nasional.

"Mereka tidak tahu strategi ekonomi saya seperti apa. Walaupun kemarin cuma belanja pemerintah saja yang tumbuh, tidak akan sampai 5,61 persen. Kenapa? 90 persen kan swasta," tegas Purbaya saat ditemui di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Selasa (12/5/2026).

Untuk memastikan ekonomi tetap bergairah pada kuartal III dan IV, Purbaya berencana menggelontorkan berbagai insentif, khususnya pada sektor kendaraan ramah lingkungan. 

Selain itu, fokus utama pemerintah adalah mempermudah akses pendanaan bagi industri berorientasi ekspor yang menyerap banyak tenaga kerja.

"Jadi ada tetap dorongan ke sektor riil. Kalau dari kita ya akan kasih insentif di mobil listrik, motor listrik. Nanti akan perbaikin tadi akses kependanaan seperti apa. Dari perusahaan-perusahaan ekspor orientasi seperti tekstil, furniture, sepatu. Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat, supaya mereka punya akses kependanaan yang lebih bagus dan lebih murah. Saya bisa masuk lewat Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI)," jelasnya.

 

Purbaya menambahkan bahwa LPEI memiliki ketersediaan dana yang cukup besar namun selama ini belum teroptimalkan secara maksimal.

Purbaya optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi pada dua kuartal mendatang tidak hanya akan bertahan di level 5 persen, tetapi justru akan menguat menuju angka 6 persen. Ia menganalogikan kondisi ekonomi saat ini seperti pasien yang telah pulih dan siap berlari kencang.

"Di kuartal 3 dan 4 akan di atas 5,5 persen kan? Saya mendorong ke 6 kan? Makanya kemarin itu agak sakit, jadi kita sudah sembuh supaya kita bisa gerak lebih cepat lagi," ungkap Purbaya.

Alih-alih hanya mengandalkan stimulus fiskal, Menkeu akan menggunakan wewenangnya untuk memastikan perbankan lebih aktif menyalurkan kredit ke sektor riil. Terlebih dengan adanya integrasi bank-bank pelat merah di bawah BPI Danantara, koordinasi kebijakan diyakini akan lebih solid.

"Kita akan pastikan sektor swasta bekerja dengan baik. Bukanlah stimulus saja, ada berbagai cara. Antara yang misalnya kita paksakan perbankan kerja. Artinya apa? Dia memberikan kemudahan akses ke real sektor. Apalagi kan sekarang banknya punya Danantara. Satu komando kan? Kalau diperlukan kita usulkan kebijakan ke arah sana," ujarnya.

Meski demikian, Purbaya menekankan bahwa tidak akan melakukan pemaksaan secara kaku terhadap perbankan. "Yang saya kerjakan adalah bukan saya paksa banknya minjam, tapi saya akan pastikan invisible hand bekerja di sektor finansial," pungkas Purbaya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement