Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Gelar Rapat Mendadak di Lobi Kemenkeu, Bahas Rupiah?

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 12 Mei 2026 |19:20 WIB
Purbaya Gelar Rapat Mendadak di Lobi Kemenkeu, Bahas Rupiah?
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat mendadak bersama jajaran pejabat teras Kementerian Keuangan di lobi Gedung Djuanda I, Selasa (12/5/2026). 

Pertemuan darurat ini dilakukan guna mematangkan langkah pemerintah dalam mengaktifkan skema dana stabilisasi obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF) menyusul tertekannya nilai tukar Rupiah ke level terburuk sepanjang sejarah di angka Rp17.500 per dolar AS.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci, antara lain Sekjen Kemenkeu Robert Leonard Marbun, Dirjen PPR Suminto, Dirjen Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, serta Plh Dirjen Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto. Seusai pertemuan, Purbaya mengonfirmasi bahwa agenda utama pembahasan adalah optimalisasi BSF.

"Kira-kira terkait itu," ungkap Purbaya singkat mengenai tujuan rapat tersebut.

Menurut Purbaya, pemerintah berencana membantu Bank Indonesia (BI) meredam gejolak nilai tukar dengan melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Strategi ini dilakukan dengan menjaga tingkat imbal hasil (yield) agar tetap kompetitif melalui pembelian surat utang yang dilepas oleh investor asing menggunakan dana kas negara dalam skema BSF.

Purbaya menegaskan bahwa bantuan dari sisi fiskal ini akan mulai dijalankan pada hari berikutnya guna menopang stabilitas pasar keuangan.

"Kita akan mulai membantu besok," kata Purbaya saat merespons nilai kurs yang terbang ke level Rp 17.500 per dolar AS.

 

Menariknya, langkah pengaktifan BSF ini rencananya akan dilakukan secara mandiri oleh Kementerian Keuangan menggunakan kas negara tanpa harus melalui koordinasi formal dengan BI maupun OJK dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Meski demikian, Purbaya masih merahasiakan detail teknis pelaksanaan operasi pasar tersebut agar efektivitasnya tetap terjaga.

"Strateginya masih rahasia, kalau dikasih tau nanti musuh tahu," tegas Purbaya.

Melalui intervensi di pasar obligasi, pemerintah berharap beban Bank Indonesia dalam menjaga Rupiah dapat berkurang seiring dengan kembalinya kepercayaan investor di pasar surat utang.

"Kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga," papar Purbaya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement