Lebih jauh, ia merinci bahwa spesifikasi kemasan yang dipesan merupakan tabung tipe 4. Berbeda dengan tabung baja konvensional pada umumnya, varian ini diklaim jauh lebih ringan karena materialnya tersusun dari bahan polimer yang diperkuat dengan lapisan komposit.
“Jadi tabung ini kan kita bikin tipe 4. Ini memang belum ada di dunia untuk setara elpiji 3 kg ya. Yang ada setara elpiji 12 kg yang sudah dipakai sekarang itu,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan proses konversi LPG ke CNG dalam tabung 3 kilogram telah memasuki tahap uji coba yang diperkirakan rampung paling lambat tiga bulan ke depan.
Bahlil menekankan konversi ke CNG menjadi cara pemerintah perlahan keluar dari ketergantungan impor sumber daya yang selama ini digunakan untuk kebutuhan LPG hingga jutaan ton. Sumber daya yang digunakan sebagai basis produksi CNG disebut melimpah di Indonesia.
“Ketika gejolak geopolitik seperti ini, untuk mendapatkan kepastian impor LPG itu memang ada, tapi kan kita tergantung pada global. Maka kami merumuskan alternatif lain. Apalagi kami baru menemukan gas di Kalimantan Timur. Nah ini sebagian besar kami bisa alokasikan untuk kebutuhan dalam negeri untuk meng-cover CNG,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026).
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.