Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intip Kisah BJ Habibie yang Bikin Rupiah Kuat dari Rp17.000 Jadi Rp6.500 per Dolar AS 

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 19 Mei 2026 |07:15 WIB
Intip Kisah BJ Habibie yang Bikin Rupiah Kuat dari Rp17.000 Jadi Rp6.500 per Dolar AS 
BJ Habibie (Foto: Okezone)
A
A
A

Habibie memperkirakan waktu yang dibutuhkan Indonesia untuk memulihkan kondisi ekonomi saat itu.

“Saya pikir ini akan memakan waktu dua hingga tiga tahun hingga kita kembali lagi dalam kecepatan penuh. Tapi hal yang paling penting adalah kita harus keluar dalam minggu-minggu selanjutnya atau bulan-bulan selanjutnya. Dari yang kalian sebut minimum, kita hanya kembali sekarang,” kata Habibe dalam video lawas yang beredar di media sosial.

Pada masa krisis, pemerintah di bawah Habibie mengambil langkah restrukturisasi besar-besaran di sektor perbankan. 

Salah satu kebijakan utama adalah penggabungan empat bank milik negara menjadi Bank Mandiri, yang bertujuan memperkuat struktur perbankan nasional.

Tidak hanya itu, Habibie juga melakukan reformasi kelembagaan dilakukan dengan memberikan independensi kepada Bank Indonesia (BI).

Hal ini melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga kredibilitas kebijakan moneter dari intervensi politik.

Pemerintahan Habibie kala itu juga menjaga daya beli masyarakat melalui stabilisasi harga kebutuhan pokok, termasuk pemberian subsidi listrik dan bahan bakar. 

Kebijakan tersebut membantu meredam tekanan inflasi yang melonjak selama krisis.

Stabilitas makroekonomi yang mulai pulih menjadi faktor kunci penguatan nilai tukar Rupiah dalam periode tersebut. 

Strategi Penyelamatan Rupiah ala Habibe

1. Ibaratkan Pesawat Terbang (Stall) 

Habibie mengibaratkan keterpurukan rupiah seperti pesawat yang mengalami stall (kehilangan daya angkat) dan berpotensi jatuh. Dalam dunia penerbangan, langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah mencoba terbang tinggi secara instan, melainkan menstabilkan posisi pesawat terlebih dahulu agar tidak jatuh semakin dalam.

2. Kebijakan Independensi Bank Indonesia

Untuk memutus intervensi politik dan menghentikan kebiasaan mencetak uang sembarangan yang memicu hiperinflasi, Habibie mengesahkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999. Kebijakan ini menjadikan Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independen.

3. Restrukturisasi dan Rekapitulasi Perbankan 

Untuk memulihkan kepercayaan publik dan mengontrol peredaran uang, ia melakukan perombakan besar-besaran di sektor perbankan. Langkah ini diwujudkan melalui pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan Unit Pengelola Aset Negara. 

4. Menerbitkan Undang-Undang Anti-Monopoli 

Habibie juga mengesahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat guna menciptakan iklim pasar yang lebih adil dan transparan. 

Berkat langkah-langkah stabilisasi yang terukur, kepanikan pasar berhasil diredam. 

Dalam kurun waktu pemerintahannya yang relatif singkat, nilai rupiah berangsur stabil dan ekonomi yang sebelumnya -7% berhasil dipulihkan tumbuh di kisaran 1%. 

Baca selengkapnya: Kisah BJ Habibie Bikin Rupiah Kuat dari Rp17.000 Jadi Rp6.500 per Dolar AS

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement